WELCOME !

This blog is dedicated for Organic Chemistry subject. so Welcome and Let's share the world !! ^^;;

Friday, October 12, 2012

MINYAK BUMI (PETROLEUM)


MINYAK BUMI (PETROLEUM)
Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Jenis hidrokarbon yang terdapat pada minyak Bumi sebagian besar terdiri dari alkana, sikloalkana, dan berbagai macam jenis hidrokarbon aromatik, ditambah dengan sebagian kecil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur, ditambah beberapa jenis logam seperti besi, nikel, tembaga, dan vanadium.

Komposisi elemen berdasarkan berat
Elemen
Rentang persentase
Karbon
83 sampai 87%
Hidrogen
10 sampai 14%
Nitrogen
0.1 sampai 2%
Oksigen
0.05 sampai 1.5%
Sulfur
0.05 sampai 6.0%
Logam
< 0.1%

Komposisi molekul berdasarkan berat
Hidrokarbon
Rata-rata
Rentang
30%
15 sampai 60%
49%
30 sampai 60%
15%
3 sampai 30%
6%
sisa-sisa

Setiap minyak Bumi mempunyai keunikan molekulnya masing-masing, yang diketahui dari bentuk fisik dan ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.
Adapun molekul-molekul hidrokarbon pada minyak bumi yaitu :
1.   Alkana, juga disebut dengan parafin, adalah hidrokarbon tersaturasi dengan rantai lurus atau bercabang yang molekulnya hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen dengan rumus umum CnH2n+2. Pada umumnya minyak Bumi mengandung 5 sampai 40 atom karbon per molekulnya, meskipun molekul dengan jumlah karbon lebih sedikit/lebih banyak juga mungkin ada di dalam campuran tersebut. Alkana dari pentana (C5H12) sampai oktana (C8H18) akan disuling menjadi bensin, sedangkan alkana jenis nonana (C9H20) sampai heksadekana (C16H34) akan disuling menjadi diesel, kerosene dan bahan bakar jet). Alkana dengan atom karbon 16 atau lebih akan disuling menjadi oli/pelumas. Alkana dengan jumlah atom karbon lebih besar lagi, misalnya parafin wax mempunyai 25 atom karbon, dan aspal mempunyai atom karbon lebih dari 35. Alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 4 akan berbentuk gas dalam suhu ruangan, dan dijual sebagai elpiji (LPG).

                                          
Oktana, hidrokarbon yang ditemukan pada bensin. Garis-garis melambangkan ikatan tunggal, bola hitam melambangkan karbon, sedangkan bola putih melambangkan hidrogen


2.   Sikloalkana, juga dikenal dengan nama naptena, adalah hidrokarbon tersaturasi yang mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada karbonnya, dengan rumus umum CnH2n. Sikloalkana memiliki ciri-ciri yang mirip dengan alkana tapi memiliki titik didih yang lebih tinggi.
3.   Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon tidak tersaturasi yang memiliki satu atau lebih cincin planar karbon-6 yang disebut cincin benzena, dimana atom hidrogen akan berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn. Hidrokarbon seperti ini jika dibakar maka akan menimbulkan asap hitam pekat. Beberapa bersifat karsinogenik.

Semua jenis molekul yang berbeda-beda di atas dipisahkan dengan distilasi fraksional di tempat pengilangan minyak untuk menghasilkan bensin, bahan bakar jet, kerosin, dan hidrokarbon lainnya.

Terdapat 2 teori pembentukan minyak bumi yaitu :
a.      Teori Biogenesis
Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa "minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan". Kemudian Mikhailo V. Lomonosov  (Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat tersebut didukung oleh  New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer. Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.”
b.      Teori Abiogenesis
Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Dmitri Mendeleev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi.

Hal ini menunjukkan bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Terbentuknya minyak bumi sangat lambat, oleh karena itu perlu penghematan dalam penggunaannya.
Ada perbedaan dari jenis-jenis minyak bumi di mana digolongkan menjadi 4 macam yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu: young-shallow, old-shallow, young-deep dan old-deep. Minyak bumi young-shallow biasanya bersifat masam (sour), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak old-shallow biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek. Old-deep membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan, titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S yang dapat lepas, sehingga old-deep adalah minyak mentah yang dikatakan paling “sweet”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan bensin (gasoline) yang paling banyak.

Fraksi-Fraksi Minyak Bumi
Proses pertama dalam pemrosesan minyak bumi adalah fraksionasi dari minyak mentah dengan menggunakan proses destilasi bertingkat. Hasil dari destilasi bertingkat menghasilkan fraksi-fraksi yang masih dapat diolah menjadi bentuk yang lain. Fraksi-fraksi minyak bumi hasil destilasi antara lain:
Nama Fraksi
Ukuran Molekul
Titik Didih (C)
Kegunaan
Gas
1 – 5
Kurang dari 30
Bahan Bakar (LPG), Sumber Hidrogen
Petroleum eter
5 - 7
30 - 90
Pelarut, binatu kimia (dry cleaning)
Bensin (gasoline)
5 - 12
30 - 200
Bahan bakar mesin bensin
Kerosin, minyak diesel/solar
12 - 18
180 - 400
Bahan bakar mesin diesel, bahan bakar industri, untuk cracking
Minyak pelumas
16 ke atas
350 ke atas
Pelumas
Parafin
20 ke atas
(rendah)
Lilin dan lain-lain
Aspal
25 ke atas
Residu
Bahan bakar dan untuk pelapis jalan raya.





9 comments:

  1. Masalah :
    Apa yang mendasari para ilmuwan tersebut saat mengemukakan teori biogenesis?

    ReplyDelete
  2. saudari dewi saya akan mencoba menjawab masalah di atas:
    yang mendasari teori biogenesis antara lain:
    1. Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi,ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah, sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.
    2. Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
    3.Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
    4. Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.
    5.Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan.
    6. Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.

    ReplyDelete
  3. saya akan mencoba menjawab.
    yang mendasari para ilmuwan saat mengemukakan teori biogenesis adalah sebagai sanggahan terhadap teori abiogenesis. Teori ini menyatakan bahwa kehidupan ada karena adanya kehidupan sebelumnya. Teori ini dikemukakan oleh Francesco Redi, Lazarro Spallanzani, dan Louis pasteur.

    ReplyDelete
  4. Saya akan mencoba menganalisa pertanyaan diatas. Pada awalnya, bumi kita terdiri dari bongkahan es yang seiring berjalannya waktu mencair sehingga wilayah perairan menutupi sebagian besar muka bumi. Tentu saja makhluk hidup yang hidup pada saat itu sebagian besar adalah organisme perairan / organisme laut. Dalam kondisi tersebut, ada makhluk hidup yang dapat beradaptasi dan tidak. Organisme yang tidak dapat bertahan hidup ini akan mati dan jasadnya menjadi fosil selama berjuta-juta tahun lamanya sehingga terpendam di dalam perut bumi dan membentuk sebuah lapisan. Manusia mendapatkan minyak bumi dengan cara melakukan pengeboran di perut bumi. Hal ini berarti minyak bumi terdapat di dalam perut bumi yang dihasilkan oleh fosil yang terpendam selama berjuta-juta tahun lamanya. Demikian pula seperti yang sering kita dengar, yaitu bahan bakar fosil. Menurut saya, karena hal itulah para ilmuwan mengatakan bahwa pembentukan minyak bumi berdasarkan teori biogenesis, yaitu minyak bumi berasal dari organisme yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  5. yang mendasari para ilmuwan tersebut saat mengemukakan teori biogenesis dengan didasari berbagai argumen yaitu Susunan hidrokarbon minyak bumi sangat mirip dengan zat organik dari organisme laut. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar, dan minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan, maka dari itu banyak para ilmuan menyimpulkan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi, ^_^

    ReplyDelete
  6. Yang mendasari para ilmuan mengatakan bahwa minyak bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu adalah karena minyak bumi membutuhkan waktu yang lama dalam pembentukannya dan minyak bumi terdapat dalam cekungan-cekungan kerak bumi yang ada di dasar laut.
    Karena membutuhkan waktu yang lama itulah para ilmuan mengemukakan bahwa minyak bumi berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang atau organism laut yang telah mati, melewati jutaan tahun terkubur di bawah batuan, mengalami tekanan dan suhu yang luar biasa, lalu mengubahnya menjadi minyak mentah.
    Dan juga yang mendasari para ilmuan yaitu minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon. Pembentukan hidrokarbon tersebut didapat dari perubahan bahan-bahan organik oleh pengaruh temperatur dan tekanan di dalam endapan yang
    mengarah terbentuknya batuan sedimen (sedimentary rock).

    ReplyDelete
  7. Hai sewangi.. Saya akan mencoba membantu memecahkan masalah diatas, yang mendasari para ilmuwan tersebut saat mengemukakan teori biogenesis yaitu :

    Minyak bumi dan gas alam terbentuk dari ragam binatang dan tumbuhan yang mati dan tertimbun di bawah endapan lumpur. Endapan lumpur kemudian dihanyutkan arus sungai menuju laut. Lalu mengendap di dasar lautan dan tertutup lumpur dalam waktu yang sangat lama. Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi, tekanan lapisan batuan di atasnya, maka binatang dan tumbuhan mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. Itulah yang menyebabkan para ilmuwan mengemukakan teori biogenesis.
    Semoga bermanfaat.. 

    ReplyDelete
  8. Dew, saya coba membantu menganalisa tentang munculnya teori biogenesis yang berkaitan dengan pembentukan minyak bumi dari tumbuhan.
    Sebelumnya kita tau kalau tumbuhan merupakan organisme autotrof, dan dia memiliki klorofil. Sedangkan untuk klorofil sendiri terbagi menjadi dua yaitu :
    Klorofil a dengan rumus kimia C55 H72 O5 N4 Mg dan Klorofil b dengan rumus kimia C55 H70 O6 N4 Mg. Gugus pengikat klorofil a adalah CH3, sedangkan untuk klorofil b adalah CH [perbedaan rumus klorofil berpengaruh dalam panjang cahaya dan jenis cahaya apa yang diserap]. Dan jika tumbuhan itu mati, maka klorofil tidak akan luntur begitu saja (klorofil luntur hanya jika dididihkan bersama alkohol). Terlepas dari klorofil, sel pada makhluk hidup (disini tumbuhan) merupakan senyawa organik yang berupa ikatan hidrokarbon (setau saya, ikatan hidrokarbon adalah ikatan antara C dengan H). Mulai dari dinding sel hingga nukleus, semuanya berupa ikatan-ikatan karbon & hidrogen (walaupun ada tambahan berupa unsur lain seperti Magnesium, Nitrogen, Kalsium, dll). Jadi jika tumbuhan itu mati maka klorofil ‘mungkin’ bisa terkena reaksi kimia karena pengaruh tekanan dan suhu dalam lumpur atau endapan yang mengubur mereka dan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selain itu, makhluk hidup (baik tumbuhan atau organisme lain) tersusun atas protein, lemak, dan karbohidrat yang semuanya merupakan senyawa karbon. Dengan mengetahui senyawa penyusun makhluk hidup itu, jadi bisa dimungkinkan kalau minyak bumi berasal dari makhluk hidup. Dan berkaitan dengan kenapa kok minyak bumi tambangnya mayoritas di laut (memunculkan anggapan kalau minyak bumi berasal dari organisme laut ), menurut saya pribadi, hal itu ada hubungannya dengan evolusi. Ratusan juta atau mungkin trilyun-an tahun lalu makhluk hidup di darat belum banyak (atau bisa dikatakan tidak ada), mereka hidup mati di laut hingga akhirnya mereka bisa berevolusi menjadi makhluk darat (bahkan ada teori yang mengatakan jika manusia berasal dari ikan). Nah, jadi kalau makhluk purba dulu banyak yang mati di laut, kemungkinan ditemukan minyak bumi di laut akan lebih besar daripada di darat. Itu menurut saya  maaf jika ada yang salah.
    Sekali lagi, sebelumnya maaf kalau ada yang salah dalam kimianya, basis saya bukan kimia soalnya.
    Note : dari berbagai sumber dan analisa pribadi yang belum tentu akurat.
    Semoga bermanfaat yaaa dew 

    ReplyDelete
  9. sample apa yang dibutuhkan untuk melihat disuatu tempat ada kandungan minyak bumi? mungkinkah hanya dengan membawa tanah dan air bisa dideteksi dini tentang ada tidaknya kandungan minyak ?

    ReplyDelete